BETERNAK AYAM PAKHOY

PANDUAN BETERNAK AYAM ADUAN
PAKHOY


Mengubah sistem beternak ayam aduan dari sistem ekstensif  ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, apalagi cara beternak sistem tradisional (ekstensif) sudah mendarah daging di masyarakat kita. Akan tetapi kalau dilihat nilai kemanfaatan dan hasil yang dicapai tentu akan menjadi faktor pendorong tersendiri untuk mencoba beternak dengan sistem secara intensif. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam pakhoy, maka perlu memperhatikan beberapa hal berikut :

1. Bibit

Bibit ayam aduan pakhoy memegang peranan yang penting karena ayam aduan yang baik tentinya berasal dari GEN indukan yang baik sehingga mempunyai kontribusi sebesar 50% dalam keberhasilan suatu usaha peternakan ayam aduan. Bibit ayam pakhoy (DOC) dapat diperoleh dengan cara : dengan membeli DOC pakhoy langsung dari pembibit, membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Kami tidak akan menguraikan sisi negatip dan positif cara mendapatkan DOC ayam pakhoy karena akan memerlukan halaman yang panjang nantinya. Secara singkat DOC ayam pakhoy yang sehat dan baik mempunyai kriteria sebagai berikut : berdiri tegap, tampak sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat (sekitar 20-22 hari)

2. Pakan

Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi sebesar 20% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam aduan pakhoy sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam aduan pada umumnya, seperti ayam bangkok sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam aduan yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg. disesuaikan dengan tingkat pertumbuhannya

 Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai berikut :

     *   7 gram/hari sampai umur 1 minggu
     * 19 gram/hari sampai umur 2 minggu
     * 34 gram/hari sampai umur 3 minggu
     * 47 gram/hari sampai umur 4 minggu
     * 58 gram/hari sampai umur 5 minggu
     * 66 gram/hari sampai umur 6 minggu
     * 72 gram/hari sampai umur 7 minggu
     * 74 gram/hari sampai umur 8 minggu
     * seterusnya meningkat sampai umur 28 minggu atau siap dipasarkan.

Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin + antibiotika, bahkan perlu diberikan jamu herbal atau pakan organik (pada kesempatan lain akan saya jelaskan)

 3. Perkandangan

Syarat kandang yang baik : jarak kandang dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang.

Penyucihamaan kandang dan peralatannya dilakukan secara teratur sebagai usaha biosecurity dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu sendiri. Banyak pilihan jenis desinfektan yang ditawarkan oleh berbagai produsen pembuatan obat.

Ukuran kandang : tidak ada ukuran standar kandang yang ideal, akan tetapi ada anjuran sebaiknya lebar kandang antara 4-8 m dan panjang kandang tidak lebih dari 70 m. Yang perlu mendapat perhatian adalah daya tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam pakhoy sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam.

Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan kapur setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng sebaiknya hindari atap dengan asbes kecuali dilapisi bawahnya.

Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam 3 fase yaitu fase starter (umur 1-4 minggu), fase growth (umur 5-8 minggu) & fase finisher (umur 9-24 minggu). Pada fase starter biasanya digunakan kandang bok (dengan penghangat lampu pijar) bisa bok khusus atau juga kandang postal yang diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar antara 30-34°C. Pada fase growth (pertumbuhan) digunakan kandang ren atau postal dengan alas berpasir dengan temperatur sekitar 28-33°C, sedangkan fase finisher bisa di gunakan kandang postal terbuka dengan alas berpasir atau tanah berumput dengan sistem drainase yg baik jangan sampai ada genangan, jika hujan air langsung mengalir cepat.

 4. Manajemen Pemeliharaan

Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan yang penting dalam keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 30%. Bibit berkualitas serta pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatu usaha peternakan apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat. Sistem pemeliharaan pada ayam aduan bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu :

         a.  Extensive / tradisional, tanpa adanya kontrol pakan & kesehatan
         b.  Semi intensive, disediakan kandang berpagar, ada kontrol pakan & kesehatan tidak ketat
         c.  Intensive, di kandangkan seperti ayam ras dengan kontrol pakan & kesehatan yang ketat
Model pemeliharaan ayam aduan pakhoy secara intensif lebih disarankan dari yang lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit dengan sistem Biosecurity. Sebenarnya masih banyak lagi manfaat dari cara beternak secara intensif, akan tetapi saya belum menguraikannya di sini.

5. Pengendalian Penyakit

Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian penyakit. Kita semua akan setuju dengan statement “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain :

Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya
Pemberian pakan yang fresh (segar) dan sesuai kebutuhan ternak
Melakukan vaksinasi secara teratur
Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit & jauh dari lingkungan penduduk
Manajemen pemeliharaan yang baik
Kontrol terhadap binatang lain

Berikut saya uraikan sedikit beberapa jenis penyakit yang kerap menyerang ayam & unggas pada umumnya :

a. Tetelo (ND)
Penyebab : paramyxivirus
Gejala : ngorok dan batuk-batuk, gemetaran, kepala berputar-putar, kelumpuhan pada kaki dan sayap, kotoran berwarna putih kehijauan.
Pencegahan : vaksinasi ND secara teratur, sanitasi kandang, terhadap ayam yang terkena ND maka harus dibakar.
Pengobatan : belum ada

b. Gumboro (gumboro disease)
Penyebab : virus
Gejala : ayam tiba-tiba sakit dan gemetar serta bulu-bulunya berdiri, sangat lesu, lemah dan malas bergerak, diare putih di sekitar anus.
Pencegahan : vaksinasi Gumboro teratur dan menjaga sanitasi kandang
Pengobatan : belum ada

c. Penyakit cacing ayam (worm disease)
Penyebab : Cacing
Gejala : pertumbuhan terhambat, kurang aktif, bulu kelihatan kusam.
Pencegahan : pemberian obat cacing secara berkala, sanitasi kandang yang baik, penggantian litter kandang secara berkala, dan mencegah serangga yang dapat menjadi induk semang perantara.
Pengobatan : pemberian obat cacing seperti pipedon-x liquid, sulfaquinoxalin, sulfamezatin, sulfamerazin, piperazin dan lain sebagainya

d. Berak kapur (Pullorum)
Penyebab : Bakteri Salmonella pullorum
Gejala : anak ayam bergerombol di bawah pemanas, kepala menunduk, kotoran melekat pada bulu-bulu disekitar anus
Pencegahan : mengusahakan induk terbebas dari penyakit ini, fumigasi yang tepat pada mesin penetas dan kandang
Pengobatan : noxal, quinoxalin 4, coxalin, neo terramycyn  atau lainnya

e. Berak darah (Coccidiosis)
Penyebab : protozoa Eimeria sp.
Gejala : anak ayam terlihat sangat lesu, sayap terkulai, kotoran encer yang warnanya coklat campur darah, bulu-bulu disekitar anus kotor, ayam bergerombol di tepi atau sudut kandang.
Pencegahan : mengusahakan sanitasi yang baik dan sirkulasi udara yang baik pula atau bisa juga dengan pemberian coccidiostat pada makanan sesuai takaran
Pengobatan : noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau lainnya

6. Pasca Panen dan Pemasaran

Pemasaran ayam aduan khususnya ayam pakhoy pada dasarnya mudah karena disamping jumlah permintaan yang tinggi, harga ayam aduan jenis Pakhoy masih tergolong tinggi dan stabil, dikarenakan produksi masih sangat terbatas. Harga ayam aduan Pakhoy berkisar antara Rp 500.000 bahkan bisa sampai Rp 2.000.000 /ekor tergantung dari kualitas ayamnya

7. Pengelolaan Produksi

Sebagai seorang peternak yang profesional maka perlu untuk menjaga agar produksi yang kita lakukan dapat memenuhi standar kualitas dan kontinuitas produk. Maka diperlukan pengelolaan atau pengaturan produksi agar usaha kita dapat berproduksi secara kontinyu. Untuk kekontinuitasan usaha perlu pengaturan dan penjadwalan secara teratur produksi DOC & pembibitan, karena hal itu lebih disukai oleh pelanggan kita daripada hanya sekali panen dalam jumlah banyak. Tapi perlu diingat juga bahwa pengelolaan produksi sangat terkait dengan modal, ketersediaan kandang, jumlah ketersediaan DOC, dan jumlah permintaan ayam siap panen.

Mudah-mudahan uraian ini dapat menambah pengetahuan kita dalam hal beternak dan menjadikan cara beternak kita lebih baik

Saran dan kritik selalu kami nantikan untuk kemajuan ternak kita bersama. 
silahkan ke no : 081210091711 / 081932241935
salam,
penulis
kami menyediakan DOC ayam pakhoy dari bibit yg sudah terseleksi dengan ketat.
kami juga menyediakan indukan (import / F1) 
call : 081210091711 /081932241935


No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

Followers