RON-724 PAKHOY

CALL : 081210091711
PIN-BB : 22E5486A
RON-724
PAKHOY


  
video

SIZE : 2,65 KG
BODY : 6.0
UMUR : 7 BLN
RECORD : - 2X ABAR


GX-62 BRAGON

call : 081210091711
pin-BB: 22e5486a
BRAGON

  
 Link video:
https://www.youtube.com/watch?v=GMuuZrprEKs

video

SIZE : 3,50 KG
BODY : 7.0
UMUR : 12 BULAN
RECORD : 1X WIN

RON - 723 PANUSPAKHOY

call : +6281210091711
pin-BB : 22E5486A
RON-723
PANUSPAKHOY
(SOLD)


video

DESCRIPTIONS
size : 3.20 kg
body : 6.0
umur : 8 bulan
kondisi : 2x abaran
Record : - 

TELOR BIRU

NOVEMBER 2015
TELOR AYAM
BERWARNA BIRU

Asal Mula Ayam Telor Biru


Benarkah ras Ayam Birma & Vitnam yang original harus memiliki warna telor kebiruan/kehijauan. Tentu menjadi tantangan bagi saya untuk bisa mencari & memberikan informasi yang bisa dipercaya sehingga terhindar dari berita yang menyesatkan. 

Pada dasarnya warna telor ayam sebagian besar berwarna coklat & putih. Khusus untuk ayam aduan diarea sekitar Asia ada spesies genetika yang memiliki telor berwarna Biru pucat yaitu dari daerah China bagian selatan ayam Dongxiang & ayam Lushi, akan tetapi kebanyakan ayam di daerah China juga memiliki telor berwarna coklat & putih. Seperti kita ketahui wilayah Birma, Thailand, Vietnam wilayahnya berbatasan langsung dengan wilayah China sangat dimungkinkan terjadi pertukaran atau kawin silang. Dari pengamatan penulis, ayam yang memiliki warna telor biru & coklat/putih tidaklah memiliki perbedaan fisik yg berarti atau sama persis hanya warna telornya saja yang berwarna beda.

Dalam sebuah studi baru-baru ini telah ditemukan bahwa adanya perubahan warna telor ayam ini terjadi karena faktor Genetika. pada studi itu telah ditemukan sebuah gen tunggal di dalam DNA dinamakan Oocyan callee yang bertanggung jawab didalam proses pewarnaan birunya telor. 
Bagaimana prosesnya ?
Ternyata telah terjadi suatu proses insiden liar yaitu proses Biokimia yang cukup rumit dari partikular Retrovirus yang dinamakan EAV-HPRetrovirus adalah sejenis virus yang dapat mengintegrasikan data genetika dirinya sendiri kedalam urutan yang abnormal atau tidak lazim. Alih-alih menyalin DNA menjadi RNA dan menjadi Protein, Retrovirus justru sebaliknya malah mengoperasikan mundur. Retrovirus memiliki RNA yang dapat membentuk DNA sendiri, dan kemudian mengintegrasikan DNA Retrovirus kedalam DNA inang. Contoh konsep kejadian Retrovirus seperti ini  pada manusia adalah pada kasus HIV (human immunodeficiency virus).
Retrovirus EAV-HP inilah yang bertanggung jawab untuk memasukan gen aneh (liar) yang salahsatunya ternyata pada ayam yang memiliki telor berwarna biru. Secara khusus terjadinya proses perubahan secara kimiawi kulit telor hingga dapat mengambil didalam Biliverdin, pigmen empedu, dari rahim ayam. 
Kejadian aneh ini ternyata tidak serta-merta mengakibatkan perubahan yang berarti pada ayam selain hanya pada warna telor saja, bahkan ayam ini masih bisa berkembang biak & diturunkan pada generasi anakannya ketika telor terbuahi menetas nantinya telornya juga bisa berwarna biru. 

Secara detail penulis belum bisa menjelaskan perbedaan pada kualitas bertarung ayam Aduan  dengan telor berwarna biru dengan lainnya. Pengalaman penulis pada ternakan NUF terhadap ayam dengan telor biru jika dibandingkan dengan warna lainnya tidak terlalu nampak jelas dan sekilas sama saja. 
Penulis lebih meyakini bahwa ayam Aduan yang baik (tangguh) tentunya berasal dari hasil indukan yang tangguh pula, terserah itu dari ayam dengan induk telornya berwarna putih, coklat ataupun biru. Tetapi jika ingin sebatas koleksi ayam dengan genetik telor biru, itu terserah pada kita.

Apakan setiap ayam Birma musti memiliki telor berwarna biru ? silahkan anda jawab sendiri

  Ada Beberapa Faktor Yang dapat Mempengaruhi Pewarnaan Kerabang Telor, yaitu :
  1. Komposisi Kalsium pada ransum. kadar kalsium didalam ransum haruslah sesuai dengan kebutuhan ayam, jika kadar kalsium rendah mengakibatkan sekresi phorpyrin disaat pewarnaan kerabang telor akan berkurang sehingga warna kulit telor berwarna lebih putih.
  2. Heat stress. Jika temperatur ruangan meninggi diatas batas nyaman ayam berakibat menurunnya konsumsi ransum & kecukupan energi menjadi faktor pembatas utama. sehingga menyebabkan asupan asam amino, kalsium, fosfor, vit-D, & nutrisi lainnya berkurang sehingga mempengaruhi pewarnaan telor.
  3. Pemakaian obat berlebih. pemberian obat dari golongan sulfonamide & koksidiostat yang mengandung nicarbazin dengan dosis berlebihan dapat mempengaruhi pewarnaan telor.
  4. Infeksi Penyakit. Adanya infeksi pengyakit seperti IB, ND, EDS, dan AI ini sangat mempengaruhi kesehatan & daya tahan ayam sehingga dapat mempengaruhi pewarnaan telor pada saat ayam sedang bertelor

@ kami sarikan dari berbagai literatur yg bisa dipercaya, semoga bermanfaat



diditgondang

BETERNAK AYAM PAKHOY

PANDUAN BETERNAK AYAM ADUAN
PAKHOY


Mengubah sistem beternak ayam aduan dari sistem ekstensif  ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, apalagi cara beternak sistem tradisional (ekstensif) sudah mendarah daging di masyarakat kita. Akan tetapi kalau dilihat nilai kemanfaatan dan hasil yang dicapai tentu akan menjadi faktor pendorong tersendiri untuk mencoba beternak dengan sistem secara intensif. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam pakhoy, maka perlu memperhatikan beberapa hal berikut :

1. Bibit

Bibit ayam aduan pakhoy memegang peranan yang penting karena ayam aduan yang baik tentinya berasal dari GEN indukan yang baik sehingga mempunyai kontribusi sebesar 50% dalam keberhasilan suatu usaha peternakan ayam aduan. Bibit ayam pakhoy (DOC) dapat diperoleh dengan cara : dengan membeli DOC pakhoy langsung dari pembibit, membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Kami tidak akan menguraikan sisi negatip dan positif cara mendapatkan DOC ayam pakhoy karena akan memerlukan halaman yang panjang nantinya. Secara singkat DOC ayam pakhoy yang sehat dan baik mempunyai kriteria sebagai berikut : berdiri tegap, tampak sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat (sekitar 20-22 hari)

2. Pakan

Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi sebesar 20% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam aduan pakhoy sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam aduan pada umumnya, seperti ayam bangkok sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam aduan yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg. disesuaikan dengan tingkat pertumbuhannya

 Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai berikut :

     *   7 gram/hari sampai umur 1 minggu
     * 19 gram/hari sampai umur 2 minggu
     * 34 gram/hari sampai umur 3 minggu
     * 47 gram/hari sampai umur 4 minggu
     * 58 gram/hari sampai umur 5 minggu
     * 66 gram/hari sampai umur 6 minggu
     * 72 gram/hari sampai umur 7 minggu
     * 74 gram/hari sampai umur 8 minggu
     * seterusnya meningkat sampai umur 28 minggu atau siap dipasarkan.

Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin + antibiotika, bahkan perlu diberikan jamu herbal atau pakan organik (pada kesempatan lain akan saya jelaskan)

 3. Perkandangan

Syarat kandang yang baik : jarak kandang dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang.

Penyucihamaan kandang dan peralatannya dilakukan secara teratur sebagai usaha biosecurity dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu sendiri. Banyak pilihan jenis desinfektan yang ditawarkan oleh berbagai produsen pembuatan obat.

Ukuran kandang : tidak ada ukuran standar kandang yang ideal, akan tetapi ada anjuran sebaiknya lebar kandang antara 4-8 m dan panjang kandang tidak lebih dari 70 m. Yang perlu mendapat perhatian adalah daya tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam pakhoy sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam.

Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan kapur setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng sebaiknya hindari atap dengan asbes kecuali dilapisi bawahnya.

Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam 3 fase yaitu fase starter (umur 1-4 minggu), fase growth (umur 5-8 minggu) & fase finisher (umur 9-24 minggu). Pada fase starter biasanya digunakan kandang bok (dengan penghangat lampu pijar) bisa bok khusus atau juga kandang postal yang diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar antara 30-34°C. Pada fase growth (pertumbuhan) digunakan kandang ren atau postal dengan alas berpasir dengan temperatur sekitar 28-33°C, sedangkan fase finisher bisa di gunakan kandang postal terbuka dengan alas berpasir atau tanah berumput dengan sistem drainase yg baik jangan sampai ada genangan, jika hujan air langsung mengalir cepat.

 4. Manajemen Pemeliharaan

Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan yang penting dalam keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 30%. Bibit berkualitas serta pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatu usaha peternakan apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat. Sistem pemeliharaan pada ayam aduan bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu :

         a.  Extensive / tradisional, tanpa adanya kontrol pakan & kesehatan
         b.  Semi intensive, disediakan kandang berpagar, ada kontrol pakan & kesehatan tidak ketat
         c.  Intensive, di kandangkan seperti ayam ras dengan kontrol pakan & kesehatan yang ketat
Model pemeliharaan ayam aduan pakhoy secara intensif lebih disarankan dari yang lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit dengan sistem Biosecurity. Sebenarnya masih banyak lagi manfaat dari cara beternak secara intensif, akan tetapi saya belum menguraikannya di sini.

5. Pengendalian Penyakit

Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian penyakit. Kita semua akan setuju dengan statement “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain :

Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya
Pemberian pakan yang fresh (segar) dan sesuai kebutuhan ternak
Melakukan vaksinasi secara teratur
Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit & jauh dari lingkungan penduduk
Manajemen pemeliharaan yang baik
Kontrol terhadap binatang lain

Berikut saya uraikan sedikit beberapa jenis penyakit yang kerap menyerang ayam & unggas pada umumnya :

a. Tetelo (ND)
Penyebab : paramyxivirus
Gejala : ngorok dan batuk-batuk, gemetaran, kepala berputar-putar, kelumpuhan pada kaki dan sayap, kotoran berwarna putih kehijauan.
Pencegahan : vaksinasi ND secara teratur, sanitasi kandang, terhadap ayam yang terkena ND maka harus dibakar.
Pengobatan : belum ada

b. Gumboro (gumboro disease)
Penyebab : virus
Gejala : ayam tiba-tiba sakit dan gemetar serta bulu-bulunya berdiri, sangat lesu, lemah dan malas bergerak, diare putih di sekitar anus.
Pencegahan : vaksinasi Gumboro teratur dan menjaga sanitasi kandang
Pengobatan : belum ada

c. Penyakit cacing ayam (worm disease)
Penyebab : Cacing
Gejala : pertumbuhan terhambat, kurang aktif, bulu kelihatan kusam.
Pencegahan : pemberian obat cacing secara berkala, sanitasi kandang yang baik, penggantian litter kandang secara berkala, dan mencegah serangga yang dapat menjadi induk semang perantara.
Pengobatan : pemberian obat cacing seperti pipedon-x liquid, sulfaquinoxalin, sulfamezatin, sulfamerazin, piperazin dan lain sebagainya

d. Berak kapur (Pullorum)
Penyebab : Bakteri Salmonella pullorum
Gejala : anak ayam bergerombol di bawah pemanas, kepala menunduk, kotoran melekat pada bulu-bulu disekitar anus
Pencegahan : mengusahakan induk terbebas dari penyakit ini, fumigasi yang tepat pada mesin penetas dan kandang
Pengobatan : noxal, quinoxalin 4, coxalin, neo terramycyn  atau lainnya

e. Berak darah (Coccidiosis)
Penyebab : protozoa Eimeria sp.
Gejala : anak ayam terlihat sangat lesu, sayap terkulai, kotoran encer yang warnanya coklat campur darah, bulu-bulu disekitar anus kotor, ayam bergerombol di tepi atau sudut kandang.
Pencegahan : mengusahakan sanitasi yang baik dan sirkulasi udara yang baik pula atau bisa juga dengan pemberian coccidiostat pada makanan sesuai takaran
Pengobatan : noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau lainnya

6. Pasca Panen dan Pemasaran

Pemasaran ayam aduan khususnya ayam pakhoy pada dasarnya mudah karena disamping jumlah permintaan yang tinggi, harga ayam aduan jenis Pakhoy masih tergolong tinggi dan stabil, dikarenakan produksi masih sangat terbatas. Harga ayam aduan Pakhoy berkisar antara Rp 500.000 bahkan bisa sampai Rp 2.000.000 /ekor tergantung dari kualitas ayamnya

7. Pengelolaan Produksi

Sebagai seorang peternak yang profesional maka perlu untuk menjaga agar produksi yang kita lakukan dapat memenuhi standar kualitas dan kontinuitas produk. Maka diperlukan pengelolaan atau pengaturan produksi agar usaha kita dapat berproduksi secara kontinyu. Untuk kekontinuitasan usaha perlu pengaturan dan penjadwalan secara teratur produksi DOC & pembibitan, karena hal itu lebih disukai oleh pelanggan kita daripada hanya sekali panen dalam jumlah banyak. Tapi perlu diingat juga bahwa pengelolaan produksi sangat terkait dengan modal, ketersediaan kandang, jumlah ketersediaan DOC, dan jumlah permintaan ayam siap panen.

Mudah-mudahan uraian ini dapat menambah pengetahuan kita dalam hal beternak dan menjadikan cara beternak kita lebih baik

Saran dan kritik selalu kami nantikan untuk kemajuan ternak kita bersama. 
silahkan ke no : 081210091711 / 081932241935
salam,
penulis
kami menyediakan DOC ayam pakhoy dari bibit yg sudah terseleksi dengan ketat.
kami juga menyediakan indukan (import / F1) 
call : 081210091711 /081932241935


BETINA INDUKAN

CALL/SMS : 081210091711
PIN BB : 22E5486A
BETINA
UNTUK INDUKAN

B-333
BRAZILIAN


 
SIZE : 6.0
UMUR : 7 - 8 Bulan sedang produksi bertelur


B-334
PAKHOY


SIZE : 6.0
UMUR :  7 - 8  bulan sedang produksi bertelur


B-335
PAKHOY


SIZE : 5,5
UMUR : 8 - 9 Bulan sedang produksi  (bertelur)


B-336
PANUS


SIZE : 7+ 
UMUR :  9+ Bulan sedang produksi bertelur






AYAM PAKHOY


PAKHOY
AYAM LAGA PALING TANGGUH




Asal usul ayam Pakhoy

    Ayam Pakhoy merupakan salah-satu generasi ayam aduan modern. Nama pakhoy adalah singkatan dari Pama-Khoy dan diambil dari istilah di negeri Siam (Thailand) yang diartikan sebagai penumpas setan atau pembunuh setan  (ฆ่าปีศาจ), dimana setan yang dimaksudkan disini adalah sebutan untuk jenis ayam Pama atau ayam aduan asli dari Birma atau Myanmar,  yang di era tahun 2000 sempat menjadi penguasa arena yang sudah malang melintang mengalahkan berbagai jenis Ras ayam aduan seperti ayam Bangkok, meskipun  ayam pama  memiliki postur badan yang lebih kecil dari ayam Bangkok, jenis Pama ini memiliki kecepatan, akurasi, timpukan-timpukan ke arah mata atau kepala dengan efek yang mematikan lawan. Untuk ukuran kelas di bawah 3 kg ayam Birma di arena sabung ayam  di bangkok hampir tidak terkalahkan, makanya ayam birma di juluki  ayam-Pama = ayam setan 

 Ayam Bangkok

Ayam Ujung

   Lahirnya ayam pakhoy bermula dari generasi persilangan antara ayam Malaysian yang biasa disebut ayam Ujung dengan jenis ayam Siam atau ayam Bangkok. Karakter ayam Bangkok sebagian besar kita sudah mengetahui gaya permainannya yang indah seperti tengok kiri kanan matuk kepala kemudian memukul, nyorok ke bawah bongkar memukul dari belakang dan mampu mengunci lawan (ngalung). Sementara ayam ujung Malaysia merupakan jenis ayam laga sambung taji pisau atau taji asli, memiliki gaya permainan memukul sangat cepat tanpa harus menempel dan memeluk, pukulannya sangat keras kearah badan  dan memukul sembarangan apa yang di patuknya dominan ke arah semua tubuh mana saja, sehingga memungkinkan untuk lebih cepat dapat melukai dan menikam lawan dengan taji.   Perpaduan antara kedua sifat inilah yang diharapkan dapat meredam gaya permainan ayam Birma.

Ayam Pakhoy awalnya berkembang pesat di sekitar perbatasan antara Thailand dengan Malaysia, sehingga pada awalnya orang Indonesia menyebut ayam ini dengan sebutan ayam Bangkok selatan, kemudian menyebar hingga seluruh Thailand bahkan hingga ke Indonesia. Tentunya dengan segala kekurangan dan kelebihannya generasi ayam pakhoy kini sudah semakin  baik, memang pada awalnya ayam pakhoy hanya bisa digunakan untuk melawan ayam Birma, akan tetapi sekarang ini mampu bersaing dengan berbagai jenis ayam aduan yang ada. dengan tingginya tingkat persaingan  di antara peternak dan penghobi ayam aduan sehingga menjadikan persaingan di dalam menciptakan dan mencetak ayam aduan modern dengan berbagai cara teknik breeding tentunya dengan perpaduan yang selektif dari berbagai RAS ayam aduan yang ada seperti ayam Birma, ayam Vietnam (Saigon), ayam Kamboja, ayam Teksas Philipina, ayam Brasil, dan lainnya. Sehingga  menjadikan generasi ayam pakhoy terkini memiliki karakter permainan yang sangat lengkap dan sekan-akan memiliki inteligensi (kecerdasan) yang lebih.  Ayam pakhoy semakin mampu mendapatkan simpati dari sekian banyak penggemar ayam aduan.
Karakter paling mudah untuk menentukan jenis ayam pakhoy ini adalah pada gaya permainannya yang sangat agresif mengejar cederung merapat datar searah badan (merangsek) lawan, cepat dan adaptatif dalam menyesuaikan gaya permainan lawan. Ayam ini awalnya memiliki ciri khas yaitu  dominan mematuk punggung lawan dan memukul keras ke arah badan bawah hingga tengkuk lawan tetapi kini ayam pakhoy mampu mematuk dan memukul keras ke segala bagian tubuh lawan.  Karakter permainan ini mampu mematikan gaya permainan ayam Birma yang memiliki gaya bertarung memukul sambil mundur, mengelak, bahkan lari-lari sambil berbalik memberikan pukulan ke atas ke arah kepala.  Ayam Bangkok dengan gaya ortodok yang lebih banyak mengontrol lawan akan kewalahan menghadapi gaya tarung birma yang urakan, kadang atret atau lari-lari sambil memukul dengan pukulan timpuk/nyimprat.
Oleh karena itu, ayam Pakhoy memiliki karakter yang diciptakan dengan mencari kelemahan ayam Birma yang selain memiliki tulangan lebih halus, ayam Birma tidak mampu bertarung secara rapat. Oleh karena itu diciptakanlah ayam Pakhoy yang senang merapat dengan gaya slugger masuk ke sayap, menunduk cepat ke selangkangan dan dengan cepat keluar memukul dari belakang atau menyangkul badan musuh dari depan. Dengan mematuk punggung lawan (ngrangkok) dan memukul keras ke arah badan dan sayap ayam birma mempunyai tulangan cenderung lebih halus sehingga tidak tahan menerima pukulan ke arah badan. Pukulan jenis ini disebut pukulan cangkul, oleh sebab itu di tanah air Pakhoy juga sering disebut ”ayam cangkul”. tehnik permainannya seperti ayam Bangkok ada peluk, nyayap, kilas, nyorok ke bawah bongkar dan pukulan keras ke sembarang badan.  Pada awalnya generasi ayam Pakhoy memang sengaja diciptakan tentunya dari beberapa kelemahan yang ada pada ayam Birma. Namun sekarang ini sudah banyak jenis generasi yang berasal dari dasar ayam pakhoy ini seperti MAKHOY (Pama-pakhoy) silangan birma-pakhoy, PATHAI  silangan Bangkok-pakhoy, SAKHOY (Saigon pakhoy) silangan ayam Saigon pakhoy, BRAKHOY  (brasil pakhoy), PAGONTHAI (pakhoy-saigon-thai) dan lain-lain, diharapkan mampu untuk melawan berbagai jenis ayam aduan yang ada

semoga bermanfaat,

diditgondang.


Tunggu Buku ulasan secara lengkap tentang ayam Pakhoy di toko buku Gramedia dll di seluruh Indonesia

Followers